tutoku buat kamu

Panduan Memilih Distro Linux

Posted on: February 12, 2008

Pengen pakai Linux, tapi kok ada Fedora ,Mandriva, openSuse, Slackware, Debian dll ? Pasti bingung, pusing, ragu, wajarlah memang seperti itu kesannya, nah terus … pilih yang mana ? Jangan khawatir. Ibaratnya, Linux itu masakan padang. Restoran boleh beda, rasa dan harga dijamin nggak beda jauh sebab resep dan bahan dasarnya beredar bebas. Kalau mau kamu bisa racik dan masak sendiri, lalu buka restoran (distro) baru.

Buat kamu yang baru mau mencoba, ini distro yang enak :

  • Fedora : Solid, serbaguna, paling banyak dipakai di Industri. Buku/artikel Linux biasanya pakai Fedora untuk contoh. Demikian pula paket-paket komersial biasanya lulus uji coba di Redhat. Fedora bisa dipakai buat dekstop pemakai office, workstation buat programming, maupun server.
  • Mandriva: Dulu distro ini dikenal dengan nama Mandrake semenjak join alias gabung dengan Connectiva namanaya jadi ya sekarang ini Mandriva. Secara umum mandriva kuat buat bekerja office, main multimedia, maupun game. Tapi kurang afdol buat programming atau jadi server.
  • openSuse: Desktop Fedora dan Mandriva di-dominasi warna biru. Kalau kamu suka warna hijau, pilih openSuse. openSuse ini distro orang Eropa. Pembangunnya anak-anak muda yang penuh semangat dan rada fanatik. Jadi distronya komplit sekali, semua ada. Keuntungannya, kamu bisa coba macam-macam. Kalau kamu rakus cicip ini cicip itu tanpa tahu ilmu meraciknya, tahu-tahu komputernya hung nggak jelas dimana salahnya.

Kalau kamu sudah mahir, biasanya akan turun coba-coba ngoprek dalamannya Linux. Kamu bisa bertahan di Fedora (seperti saya ini yang suka banget dengan Red Hat tapi agak malas nyoba distro yang laen), atau mencoba:

  • Debian, katanya distro para hackers, jadi lebih kuat ke server. Desktop juga ada tapi belum di make up seperti Fedora/Mandriva/openSuse.
  • Slackware. Ini distro Linux generasi tua, jadi dalaman-nya pakai gaya BSD. Namun mulai versi 8 (atau 7, lupa ) mulai ikut gaya sys-V yang umum di distro Linux lain.
  • Gentoo. Khusus hackers yang punya komputer kenceng. Semua paket masih dalam bentuk kode sumber (binary), anda harus kompilasi dan install manual sendiri.
  • Linux from scratch. Distro kode sumber juga, tapi lebih sederhana dibanding Gentoo. Enak kalau mau belajar masak untuk buat distro sendiri.

Sementara itu kalau mau pasang server Internet betulan, sebaiknya kamu pakai distro khusus. Distro-distro ini sudah dibuat supaya ringan, efisien dan aman. Contohyna:

  • Trustix. Distro turunan Redhat, versi Indonesianya ada (Truestix Merdeka). Bisa buat firewall dan server.
  • Clark Connect. Distro turunan Redhat juga, diambil BASE dan paket-paket khusus server, lalu dibuatkan firewall. Bisa buat firewall dan server.
  • Smoothwall, khusus buat firewall.

Kalo untuk warnet sisi client bisa coba :

  • Dewalinux : distro ini turunan dari XUBUNTU (distro ubuntu dengan desktop XFCE), launching-nya pas bareng Gutsy Gibbon release, kebetulan juga ini karya anak bangsa (Mr. Sudarko  sebagai remaster-nya), tampilannya theme nya juga mirip XP/Vista (OS sing regane luarang puol dan ndak secure seperti Linux, tapi saya pribadi kagum juga sama Mr. Bill Gates selain sang Master Linux Linus Trovalds), distro ini termasuk ringan karena pake desktop XFCE, selain itu juga sudah ada emulator WINE, jadi bisa jalanin aplikasi yang ada di MS W*****S, jadi cocok buat newbie yang mau migrasi
  • Zencafe : distro ini cocok banget buat yang punya usaha warnet, simply & easy & turunan dari Zenwalk
  • Blankon : distronya cah Yogya (wonderful), katanya menurut sumber yang ndak resmi (kalo intelejen kan resmi he he) distro ini bakal dibuat juga untuk edisi warnet dari sisi client

Untuk tahu distro lainnya, lihat distro watch

Sementara itu, setelah pilih distro, dari mana bisa dapat software-nya ?

  • Cari teman yang sudah punya, lalu copy CD/DVD-nya pakai CD/DVD Writer. Halal kok. Nggak akan dianggap mbajak.
  • Beli saja CD-nya, misal kalo mau pake ubuntu langsung aja request ship it di http://bakulan-linux.blogspot.com
  • Di Download aja file ISOnya, terus kamu bakar sendiri CDnya. Distro kecil seperti trustix / Clarckconnect biasanya dibawah 200MB. Tapi distro besar dengan DVD. openSuse itu sekitar 3 DVD, sudah pasti ber byte-byte. Ayo yang jago matematik, berapa lama downloadnya kalau pakai modem 56 KBps ? (ha ha makanya pake ADSL atau nembak ke hotspot (wajanbolic technology)
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: